Bidikperistiwa.my.id
SUKABUMI – Sejumlah tokoh masyarakat yang tergabung dalam Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Cibadak mempertanyakan rencana pembangunan Alun-alun Cibadak di kawasan Lapang Sekarwangi, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi. Mereka meminta Pemerintah Kabupaten Sukabumi, khususnya Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), membuka ruang dialog dengan masyarakat sebelum proyek dilaksanakan.
Menurut para tokoh KNPI, Lapang Sekarwangi merupakan ruang publik yang memiliki nilai historis dan selama ini menjadi pusat berbagai aktivitas masyarakat. Lapangan tersebut rutin digunakan untuk upacara peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia setiap 17 Agustus, kegiatan olahraga, keagamaan, kepemudaan, sosial, hingga berbagai kegiatan pemerintahan dan kemasyarakatan.
Berdasarkan data Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) Kabupaten Sukabumi, Pemerintah Kabupaten Sukabumi telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp550 juta untuk penyusunan dokumen perencanaan yang meliputi Feasibility Study (FS), UKL-UPL, dan Detail Engineering Design (DED).
Selain itu, berdasarkan Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) LKPP Tahun Anggaran 2026, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Sukabumi juga telah mengumumkan paket Pembangunan Alun-alun Cibadak dengan total pagu anggaran sebesar Rp5.900.315.200 yang bersumber dari APBD Kabupaten Sukabumi Tahun Anggaran 2026.
Dengan demikian, nilai anggaran yang telah disiapkan pemerintah untuk tahapan perencanaan dan pembangunan fisik mencapai sekitar Rp6,45 miliar.
Meski proses perencanaan dan penganggaran telah berjalan, sejumlah tokoh KNPI Kecamatan Cibadak mengaku hingga kini masyarakat belum pernah diajak berdiskusi ataupun dilibatkan secara langsung dalam proses perencanaan pembangunan tersebut.
"Sampai hari ini masyarakat Kecamatan Cibadak belum pernah dilibatkan dalam proses perencanaan. Padahal Lapang Sekarwangi adalah fasilitas publik yang digunakan masyarakat setiap hari. Kami berharap pemerintah mengedepankan transparansi dan melibatkan masyarakat sebelum pembangunan dilaksanakan," ujar salah seorang tokoh KNPI Kecamatan Cibadak
Menurut mereka, pelibatan masyarakat sangat penting karena pembangunan tersebut akan berdampak langsung terhadap fungsi Lapang Sekarwangi yang selama ini menjadi ruang aktivitas warga.
KNPI Kecamatan Cibadak juga menyatakan siap melakukan audiensi dengan Pemerintah Kabupaten Sukabumi, khususnya Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), guna memperoleh penjelasan mengenai konsep pembangunan, desain kawasan, serta rencana pemanfaatan lapangan setelah proyek selesai
"Kami siap beraudiensi dengan Pemda Kabupaten Sukabumi, khususnya Dinas Perkim. Tujuan kami bukan menolak pembangunan, tetapi meminta penjelasan mengenai konsep pembangunan serta memastikan fungsi Lapang Sekarwangi sebagai ruang publik tetap terjaga. Kami ingin pembangunan ini benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat Kecamatan Cibadak," kata perwakilan tokoh KNPI.
Para tokoh juga berharap pemerintah menggelar forum konsultasi publik sebelum pembangunan fisik dimulai agar masyarakat dapat memberikan masukan terhadap desain dan fungsi kawasan yang direncanakan menjadi Alun-alun Cibadak.
Hingga berita ini diterbitkan, Pemerintah Kabupaten Sukabumi maupun Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman belum memberikan keterangan resmi terkait aspirasi yang disampaikan sejumlah tokoh KNPI Kecamatan Cibadak
Repoter : Herman Ahong










LEAVE A REPLY