Home Kabar Daerah Detik Mengubah Nasib: Tersengat Listrik Saat Bekerja, Armin Harus Kehilangan Kedua Tangannya

Detik Mengubah Nasib: Tersengat Listrik Saat Bekerja, Armin Harus Kehilangan Kedua Tangannya

21
0
SHARE
Detik Mengubah Nasib: Tersengat Listrik Saat Bekerja, Armin Harus Kehilangan Kedua Tangannya

Bidikperistiwa_ Polewali Mandar_ Tak pernah terbayangkan di benak Armin, warga Desa Batetangnga, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar, bahwa akhir bulan April 2026 lalu akan menjadi titik balik tergelap dalam hidupnya. Sore itu, sekitar pukul 15.30 WITA, sebuah musibah naas mengubah jalan hidupnya dalam sekejap.

Sore yang tenang seketika berubah menjadi mimpi buruk yang nyata. Saat tengah memeras keringat bekerja pada sebuah pembangunan rumah bertingkat, di Pekkabata Kanang, Kecamatan Binuang, Armin berniat menarik sebatang besi dari lantai satu menuju lantai dua. Tanpa diduga, besi panjang yang ditariknya menyenggol kabel listrik bertegangan tinggi milik PLN yang melintas dekat bangunan tersebut.

?"Sekitar jam setengah empat sore saya tarik besi dari lantai satu ke lantai dua. Tiba-tiba besi yang saya pegang menurut teman saya yang melihat ke atas disambar aliran listrik yang kabel tiga yang ada di tiang listrik, dan saya jatuh dari ketinggian sekitar enam meter. Saya langsung pingsan," ungkap Armin dengan nada merintih mengenang detik-detik mengerikan itu.

Sengatan listrik berkekuatan tinggi langsung menghantam tubuhnya. Benturan energi hebat itu seketika membuat Armin tak sadarkan diri dengan luka bakar yang sangat parah.

Dalam kondisi kritis, ia segera dilarikan ke RSUD Hj. Andi Depu Polewali Mandar, sebelum akhirnya meminta dirujuk ke rumah sakit di Makassar.

"Saya dibawa ke Rumah Sakit Umum. Beberapa hari setelah itu saya minta dirujuk ke Makassar. Dan di Rumah Sakit Makassar terpaksa tangan saya harus dipotong karena sudah hancur, tidak ada harapan lagi," lanjutnya dengan suara berat dan mata berkaca-kaca.

Demi menyelamatkan nyawanya dari ancaman yang lebih fatal. Kenyataan paling menyayat hati harus dihadapi oleh sang tulang punggung keluarga ini. Tim medis tak punya pilihan lain demi menyelamatkan nyawanya.tim medis tidak memiliki pilihan lain selain mengambil tindakan paling menyayat hati: amputasi.

Armin seorang ayah dari dua anak ini, harus merelakan kedua tangannya dipotong.
Kini, pria yang dulunya menjadi tulang punggung keluarga dan terbiasa bekerja keras mengandalkan kekuatan tangannya harus belajar menerima kenyataan pahit.

Hilangnya kedua tangan tak hanya membatasi ruang geraknya secara fisik, tetapi juga meninggalkan duka mendalam bagi masa depan serta perekonomian keluarganya.

Peristiwa singkat di sore hari itu seolah merenggut seluruh sandaran hidup dan cita-cita yang dibangunnya selama ini.

Duka mendalam yang dialami Armin turut menyita perhatian pemerintah setempat. Sebagai bentuk kepedulian dan simpati atas musibah berat ini, jajaran pemerintah daerah yang terdiri dari Camat Binuang Andi Saggap serta Dinas Sosial Kabupaten Polewali Mandar telah berkunjung langsung ke rumah yang di tumpangi Armin.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan menyerahkan bantuan awal serta memberikan penguatan moral kepada Armin dan keluarganya agar tetap tegar menghadapi ujian hidup yang sangat berat.

Kunjungan tersebut diharapkan menjadi awal dari pendampingan berkelanjutan, baik dalam pemulihan trauma maupun bantuan penunjang kehidupan bagi Armin ke depannya.