Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) kembali melaksanakan distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada para penerima manfaat mulai Senin (13/7/2026), setelah sempat dihentikan sementara selama masa libur sekolah. Masa jeda tersebut dimanfaatkan BGN untuk melakukan penataan serta pembenahan berbagai aspek guna meningkatkan kualitas penyelenggaraan program.
Untuk memastikan pelaksanaan distribusi berjalan sesuai standar, jajaran pimpinan BGN turun langsung ke lapangan. Kegiatan pemantauan dilakukan oleh Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola, Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran, Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan, serta Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama di sejumlah sekolah dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Jakarta.
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Arumsari, mengatakan bahwa kunjungan tersebut bertujuan memastikan makanan bergizi diterima oleh para siswa tepat waktu, sekaligus mengevaluasi kualitas pelayanan yang diberikan kepada seluruh penerima manfaat.
"Kami ingin memastikan bahwa distribusi MBG kembali berjalan dengan baik setelah masa penyesuaian. Berbagai pembenahan yang telah dilakukan diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan sehingga manfaat program dapat dirasakan secara optimal oleh seluruh penerima," ujar Arumsari.
Pemantauan dilakukan di berbagai sekolah dan SPPG yang tersebar di Jakarta, di antaranya TK Trisula Perwari, SDN Paseban 09, SMP Trisula Perwari 2, SMPN 88 Jakarta, SD Lubang Buaya, SMPN 227 Jakarta, serta sejumlah SPPG di wilayah Gambir, Kemayoran, Palmerah, Cipayung, Pejaten Barat, Tanjung Priok, Kayu Putih, hingga Bukit Duri.
Selain meninjau proses distribusi makanan bergizi, BGN juga berdialog dengan pengelola SPPG dan pihak sekolah untuk menyerap berbagai masukan terkait pelaksanaan program. Menurut Arumsari, evaluasi dari para pelaksana di lapangan menjadi bagian penting dalam upaya penyempurnaan program secara berkelanjutan.
"Melalui kunjungan ini kami juga mencatat sejumlah hal yang perlu terus disempurnakan, baik dari sisi operasional, ketepatan waktu distribusi, koordinasi antarpihak, maupun kualitas layanan di lapangan. Seluruh masukan tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan Program MBG," katanya.
Selama masa penyesuaian, Badan Gizi Nasional telah melakukan berbagai pembenahan, mulai dari penguatan tata kelola hingga penyempurnaan aspek operasional. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan makanan bergizi yang aman, berkualitas, serta memenuhi standar yang telah ditetapkan.
BGN menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis akan terus dievaluasi dan disempurnakan agar mampu memberikan manfaat yang optimal bagi peserta didik di seluruh Indonesia.
Sumber: Siaran Pers Badan Gizi Nasional Nomor SIPERS-288/BGN/07/2026, 13 Juli 2026.
Redaktur : Herman Ahong










LEAVE A REPLY