Bidikperistiwa.my.id // Jakarta, 14 Mei 2026 – Di tengah derasnya arus modernisasi dan perkembangan teknologi, nilai-nilai adat, spiritualitas, dan agama dinilai tetap memegang peranan penting sebagai fondasi kehidupan masyarakat Indonesia. Ketiga unsur tersebut dianggap menjadi pilar utama dalam membentuk karakter, menjaga etika sosial, serta menciptakan keharmonisan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Pandangan tersebut disampaikan oleh Oki Prasetiawan, seorang praktisi hukum, pengamat sosial budaya, Ketua Dewan Pakar Lembaga Pengawasan Reformasi Indonesia, sekaligus pendiri sejumlah media massa dan pimpinan firma hukum. Menurutnya, adat, spiritualitas, dan agama bukanlah nilai yang berdiri sendiri, melainkan saling berkaitan dan menguatkan dalam membangun tatanan masyarakat yang beradab.
“Bangsa yang besar bukan hanya ditentukan oleh kemajuan teknologi atau kekuatan ekonomi, tetapi juga oleh kuatnya nilai moral, budaya, dan spiritual masyarakatnya,” ujar Oki dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (14/5/2026).
Ia menjelaskan, adat istiadat merupakan warisan leluhur yang lahir dari pengalaman panjang masyarakat dalam menjaga keseimbangan hidup. Adat tidak hanya dipahami sebagai simbol budaya atau tradisi seremonial, tetapi juga sebagai aturan sosial yang mengajarkan tata krama, gotong royong, penghormatan terhadap sesama, serta kepedulian terhadap lingkungan.
“Adat menjadi pedoman hidup yang menjaga masyarakat agar tetap harmonis dan saling menghormati. Di dalamnya terdapat nilai tanggung jawab sosial dan etika yang diwariskan turun-temurun,” jelasnya.
Selain adat, Oki menilai spiritualitas memiliki peran penting sebagai kekuatan batin yang memberi makna dalam setiap tindakan manusia. Spiritualitas, kata dia, menjadi kesadaran hati nurani yang mendorong seseorang untuk hidup lebih bijaksana, rendah hati, serta memiliki rasa tanggung jawab moral.
“Spiritualitas membuat manusia tidak sekadar menjalankan aturan secara formal, tetapi juga memahami makna dan tujuan dari setiap tindakan. Di situlah lahir rasa hormat, rasa syukur, dan kesadaran untuk selalu berbuat baik,” katanya.
Sementara itu, agama dipandang sebagai pedoman hidup yang bersumber dari ajaran Tuhan Yang Maha Esa. Agama memberikan arah yang jelas mengenai nilai kebenaran, keadilan, kasih sayang, serta tujuan hidup manusia.
Menurut Oki, adat, spiritualitas, dan agama seharusnya berjalan beriringan dan tidak dipertentangkan. Ketiganya justru saling melengkapi dalam membentuk manusia yang memiliki karakter kuat dan kehidupan sosial yang sehat.
“Agama memberi cahaya, spiritualitas memberi jiwa, dan adat menjadi pagar dalam kehidupan bermasyarakat. Ketika ketiganya bersatu, maka akan lahir masyarakat yang damai, berkeadaban, dan bermartabat,” tegasnya.
Pengalamannya di dunia hukum dan media juga membuatnya meyakini bahwa nilai-nilai moral harus menjadi dasar dalam penegakan hukum maupun penyampaian informasi kepada publik. Ia menilai hukum tidak cukup hanya berlandaskan pasal-pasal tertulis, tetapi juga harus mengedepankan rasa kemanusiaan dan keadilan yang beretika.
“Dalam profesi hukum maupun pers, kebenaran tidak cukup hanya faktual. Harus ada nurani, etika, dan nilai kemanusiaan agar hukum maupun informasi benar-benar membawa manfaat bagi masyarakat,” tambahnya.
Lebih lanjut, Oki menegaskan bahwa penerapan nilai adat, spiritualitas, dan agama secara seimbang akan melahirkan manusia yang berintegritas, menciptakan keadilan sosial yang berkeadaban, serta memperkuat persatuan bangsa di tengah keberagaman budaya dan keyakinan.
Ia juga mengingatkan bahwa tantangan terbesar saat ini adalah semakin lunturnya pemahaman generasi muda terhadap nilai-nilai luhur tersebut. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk kembali menanamkan pendidikan moral dan budaya di lingkungan keluarga, sekolah, media, maupun pemerintahan.
“Teknologi boleh maju, hukum boleh semakin modern, tetapi manusia tetap membutuhkan akar nilai agar tidak kehilangan arah. Adat, spiritualitas, dan agama adalah identitas bangsa yang harus terus dijaga dan diwariskan,” pungkasnya.
Redaksi










LEAVE A REPLY