Home Kabar Daerah Jalan Rusak Tenjojaya-Sekarwangi Picu Kecelakaan, Warga Tanam Pohon Sebagai Peringatan

Jalan Rusak Tenjojaya-Sekarwangi Picu Kecelakaan, Warga Tanam Pohon Sebagai Peringatan

38
0
SHARE
Jalan Rusak Tenjojaya-Sekarwangi Picu Kecelakaan, Warga Tanam Pohon Sebagai Peringatan

SUKABUMI – Kondisi ruas jalan penghubung Tenjojaya–Sekarwangi, tepatnya di Kampung Kebon Bolo RT 02 RW 10, Desa Sekarwangi, Kecamatan Cibadak, kian memprihatinkan. Jalan yang menjadi akses vital antar desa tersebut mengalami kerusakan parah dan dinilai membahayakan keselamatan pengguna, terutama saat musim hujan.

Pada Senin (6/4/2026) pagi, sedikitnya tiga pengendara dilaporkan terjatuh akibat jalan licin, berlubang, serta dipenuhi batu cadas. Kerusakan diperparah oleh material penutup jalan berupa tanah dan batu yang sebelumnya ditimbun warga, namun kembali tergerus aliran air hujan.

Sebagai bentuk kepedulian sekaligus protes, warga setempat mengambil langkah dengan menanam pohon di tengah ruas jalan yang rusak. Tindakan ini dilakukan untuk memberikan tanda peringatan bagi pengendara agar lebih berhati-hati saat melintas.

Salah seorang pekerja bakaran batu di sekitar lokasi menyebutkan bahwa insiden kecelakaan sudah sering terjadi. “Pagi ini saja sudah tiga orang jatuh. Pohon ini kami tanam supaya pengendara bisa lebih waspada,” ujarnya.

Ia menambahkan, kerusakan jalan hampir terjadi setiap bulan karena perbaikan sementara yang dilakukan warga tidak mampu bertahan lama. “Material yang ditimbun selalu habis terbawa air hujan. Kami berharap ada perbaikan permanen agar tidak terus menimbulkan korban,” katanya.

Sementara itu, di ruas jalan wilayah Bantar Muncang memang sempat dilakukan pengaspalan. Namun, kondisi tersebut kini mulai kembali rusak dan belum menyentuh titik kerusakan terparah di jalur Tenjojaya hingga batas desa, khususnya menuju jembatan penghubung.

Warga dari wilayah Cibatu Hilir dan sekitarnya mengaku kecewa terhadap penanganan pemerintah yang dinilai belum maksimal. Padahal, ruas jalan tersebut sempat direncanakan untuk dilakukan pengaspalan pada tahun 2026.

Masyarakat menilai lambannya penanganan infrastruktur ini berdampak besar terhadap aktivitas sehari-hari. Selain menghambat mobilitas dan kegiatan ekonomi, kondisi jalan yang rusak juga meningkatkan risiko kecelakaan.

Warga berharap pemerintah daerah segera melakukan perbaikan menyeluruh dengan pengaspalan permanen di sepanjang ruas Tenjojaya hingga batas desa. Mereka juga meminta adanya pengawasan dan perencanaan yang matang agar hasil perbaikan dapat bertahan lama.

“Harapan kami sederhana, jalan ini diperbaiki dengan baik supaya aman dilalui dan tidak lagi memakan korban,” ungkap salah seorang warga.

Dengan kondisi yang terus memburuk dan insiden kecelakaan yang berulang, masyarakat kini menantikan langkah nyata dari pemerintah untuk menyelesaikan persoalan infrastruktur yang telah berlangsung cukup lama tersebut.

Asep lodaya