Home Kabar Daerah Indocement Tarjun Gelar Pelatihan Confined Space Rescue, Perkuat Kesiapan Tim Hadapi Kondisi Darurat

Indocement Tarjun Gelar Pelatihan Confined Space Rescue, Perkuat Kesiapan Tim Hadapi Kondisi Darurat

116
0
SHARE
Indocement Tarjun Gelar Pelatihan Confined Space Rescue, Perkuat Kesiapan Tim Hadapi Kondisi Darurat

Bidikperistiwa.my.id

KOTABARU – PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk Plant 12 Tarjun terus memperkuat komitmen terhadap penerapan budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) melalui kegiatan Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Confined Space Rescue atau teknik penyelamatan di ruang terbatas.

Pelatihan yang digelar selama dua hari, pada 20–21 Juni 2026, bertempat di I-Shelter Indocement Tarjun ini diikuti sebanyak 30 peserta yang berasal dari berbagai unsur, di antaranya karyawan perusahaan, mitra kerja, relawan kebencanaan, serta personel pemadam kebakaran.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian program “Indocement Baik” dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk ke-51.

Pelaksanaan pelatihan ini merupakan hasil sinergi antara Indocement Tarjun bersama PERTAPINDO, MDMC Kabupaten Kotabaru, dan Trustone. Para peserta diberikan pemahaman teori sekaligus praktik langsung terkait prosedur penyelamatan di area ruang terbatas.

Materi yang diberikan mencakup pengenalan dan penggunaan alat penyelamatan, teknik evakuasi korban, penggunaan alat bantu pernapasan SCBA, sistem tali penyelamatan, hingga simulasi penanganan kondisi darurat di ruang terbatas.

SHECSR Department Head PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk Plant 12 Tarjun, Eva Ariani, mengatakan kegiatan tersebut menjadi langkah penting dalam meningkatkan kemampuan serta kesiapan personel menghadapi potensi keadaan darurat.

“Pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan kompetensi, kesiapsiagaan, dan keterampilan para peserta dalam melakukan tindakan penyelamatan secara tepat dan aman ketika menghadapi situasi darurat,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Indocement Tarjun berharap dapat menciptakan sumber daya manusia yang semakin profesional, tangguh, dan memiliki kemampuan dalam mendukung upaya penyelamatan serta penanganan keadaan darurat.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bentuk penguatan kolaborasi antara sektor industri, organisasi kemanusiaan, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun budaya keselamatan bersama.

“Bersama meningkatkan kompetensi, memperkuat keselamatan, dan membentuk tim penyelamat yang siap menghadapi berbagai tantangan,” tutupnya.(MY)