Bidikperistiwa.my.id
BALANGAN, KALSEL – Ketua Umum Dewan Adat Dayak (DAD) Kalimantan Selatan, Mandan, S.Ag., M.M., memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Lomba Menyumpit Tingkat Pelajar se-Kabupaten Balangan yang berlangsung di Mapolsek Halong. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam menjaga keberadaan olahraga tradisional yang menjadi bagian dari warisan budaya masyarakat Dayak.
Lomba menyumpit ini digelar dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 Tahun 2026 dan diikuti oleh para pelajar mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat di wilayah Kabupaten Balangan.
Kehadiran Mandan dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk perhatian dan komitmen DAD Kalimantan Selatan dalam mendukung pelestarian adat, budaya, serta pengembangan potensi generasi muda melalui kegiatan positif berbasis kearifan lokal.
Mandan menyampaikan penghargaan kepada Polres Balangan yang telah menghadirkan ruang bagi olahraga tradisional menyumpit agar tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat.
“Tradisi menyumpit bukan hanya sekadar perlombaan, tetapi merupakan bagian dari sejarah dan identitas masyarakat Dayak. Kegiatan seperti ini sangat penting agar generasi muda mengenal, mencintai, dan ikut menjaga peninggalan leluhur,” ungkap Mandan.
Ia menjelaskan, olahraga menyumpit memiliki banyak nilai yang dapat membentuk karakter generasi muda, seperti ketekunan, fokus, ketelitian, serta semangat menjaga budaya daerah.
“Melalui kegiatan ini, anak-anak muda tidak hanya berkompetisi, tetapi juga belajar memahami nilai budaya yang telah diwariskan turun-temurun. Dari sini bisa lahir atlet-atlet menyumpit yang mampu membawa nama baik daerah,” tambahnya.
Kegiatan lomba tersebut secara resmi dibuka oleh Kapolres Balangan bersama Ketua Bhayangkari Cabang Balangan. Dalam sambutannya, Kapolres menekankan pentingnya memberikan wadah bagi pelajar untuk menyalurkan minat dan bakat melalui kegiatan yang membangun.
Kabupaten Balangan sendiri memiliki potensi besar dalam cabang olahraga tradisional menyumpit. Beberapa atlet dari daerah tersebut telah menunjukkan kemampuan dan berhasil meraih prestasi dalam berbagai ajang perlombaan.
Mandan berharap kegiatan serupa dapat terus digelar secara konsisten dengan melibatkan unsur adat, pemerintah, kepolisian, sekolah, serta masyarakat luas.
“Pelestarian budaya membutuhkan kebersamaan. Ketika semua pihak bergerak bersama, warisan leluhur akan tetap bertahan dan menjadi kebanggaan bagi generasi berikutnya,” tuturnya.
Dengan dukungan berbagai pihak, olahraga tradisional menyumpit diharapkan semakin dikenal luas sekaligus menjadi sarana pembinaan generasi muda yang berkarakter dan mencintai budaya daerah.(MY)










LEAVE A REPLY