Home Pemerintah Kementerian Perkuat Peternakan di Daerah, Hilirisasi dan Investasi Terus Didorong

Kementerian Perkuat Peternakan di Daerah, Hilirisasi dan Investasi Terus Didorong

7
0
SHARE
Kementerian Perkuat Peternakan di Daerah, Hilirisasi dan Investasi Terus Didorong

Bidikperistiwa.my.id // Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat pembangunan subsektor peternakan di daerah, termasuk di Kabupaten Malang, Jawa Timur, sebagai salah satu sentra peternakan nasional. Fokus penguatan diarahkan pada peningkatan produksi, hilirisasi hasil peternakan, pengendalian penyakit hewan, hingga pembukaan peluang investasi untuk memperkuat kesejahteraan peternak.

Kabupaten Malang selama ini dikenal sebagai salah satu kawasan peternakan terbesar di Jawa Timur, khususnya untuk komoditas sapi perah dan kambing. Sistem peternakan modern, penguatan koperasi peternak, hingga diversifikasi usaha dari penggemukan hingga produksi susu skala besar menjadi modal penting dalam pengembangan subsektor ini.

Sekretaris Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH), Nuryani Zainuddin, menegaskan bahwa pembangunan peternakan membutuhkan sinergi kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan peternak.

“Pembangunan peternakan tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan peternak agar target peningkatan produksi, hilirisasi, dan investasi dapat tercapai secara berkelanjutan,” kata Nuryani setelah menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Antisipasi Kemarau 2026 di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Senin (20/4/2026).

Menurut dia, dukungan Kementerian Pertanian tidak hanya difokuskan pada peningkatan produksi, tetapi juga pada penguatan sumber daya manusia, pengendalian penyakit hewan, hingga fasilitasi investasi.

“Kami ingin memastikan peternak daerah mendapatkan manfaat nyata dari setiap kebijakan, baik melalui peningkatan populasi ternak, akses pasar yang lebih luas, maupun terciptanya lapangan kerja baru di subsektor peternakan,” ujarnya.

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Malang, Zia’ul Haq, menilai subsektor peternakan memiliki kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

“Peternakan di Kabupaten Malang bukan hanya soal produksi, tetapi juga menyangkut peningkatan pendapatan masyarakat serta penciptaan lapangan kerja,” ujarnya saat melakukan kunjungan kerja ke Ditjen PKH Kementan (20/4/2026).

Ia menambahkan, dengan potensi yang dimiliki, Malang mampu menjadi salah satu penopang utama penyedia pangan asal ternak nasional.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Malang, Eko Wahyu Widodo, juga menyoroti besarnya peluang pengembangan sapi perah di wilayahnya.

“Pengembangan usaha sapi perah di Kabupaten Malang memiliki potensi yang sangat besar, didukung oleh tradisi peternakan turun-temurun dan kondisi alam yang sesuai,” kata Eko saat mendampingi Komisi IV DPRD Kabupaten Malang.

Menurut dia, kesiapan daerah dalam membuka peluang investasi, baik dari APBN maupun pihak swasta, akan semakin memperkuat daya saing subsektor peternakan.

Ketua Kelompok Substansi Perencanaan Ditjen PKH, Aslila Ramadani Daulay yang menerima kunjungan, memaparkan arah kebijakan pembangunan peternakan dan kesehatan hewan untuk periode 2025–2029. Ia menjelaskan, Ditjen PKH saat ini berfokus pada peningkatan produksi komoditas peternakan secara berkelanjutan guna menghasilkan pangan asal ternak yang Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH).

“Kementerian Pertanian konsisten mendukung peternakan daerah, khususnya untuk peningkatan populasi, pengendalian penyakit hewan, dan penyediaan pakan, guna mencapai target kemandirian pangan,” jelasnya saat menerima kunjungan kerja..

Melalui penguatan tersebut, Kementerian Pertanian menegaskan komitmennya untuk terus membangun sistem peternakan yang terintegrasi, berdaya saing, dan berkelanjutan demi mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak di daerah. (*)