Home Kabar Daerah Peringatan HKMAN Ke - 27,AMAN Tanah Bumbu Tekankan Realisasi Perlindungan Masyarakat Adat

Peringatan HKMAN Ke - 27,AMAN Tanah Bumbu Tekankan Realisasi Perlindungan Masyarakat Adat

43
0
SHARE
Peringatan HKMAN Ke - 27,AMAN Tanah Bumbu Tekankan Realisasi Perlindungan Masyarakat Adat

KALIMANTAN - bidikperistiwa.my.id // TANAH BUMBU, 17 Maret 2026 – Peringatan Hari Kebangkitan Masyarakat Adat Nusantara (HKMAN) ke-27 dimanfaatkan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Kabupaten Tanah Bumbu sebagai momentum untuk memperkuat dorongan terhadap implementasi kebijakan perlindungan masyarakat adat di tingkat daerah.

Kegiatan yang digelar di Desa Tamunih, Kecamatan Teluk Kepayang, Selasa (17/3), mengangkat tema “Tangguh di Tengah Krisis, Perkuat Solidaritas, Pulihkan Kedaulatan.” Tema tersebut mencerminkan tekad masyarakat adat untuk tetap bertahan sekaligus memperjuangkan hak-haknya di tengah berbagai tantangan.

Rangkaian acara diisi dengan diskusi reflektif yang mengulas perjalanan panjang perjuangan masyarakat adat selama lebih dari dua dekade. Dalam forum tersebut, peserta menyoroti pentingnya langkah konkret dalam mewujudkan pengakuan hukum yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga berdampak nyata bagi masyarakat di lapangan.

Sebagai puncak kegiatan, AMAN Tanah Bumbu bersama masyarakat adat setempat menyampaikan deklarasi melalui video bersama. Deklarasi tersebut menekankan pentingnya penguatan pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2024 tentang Pengakuan Masyarakat Hukum Adat, sekaligus mendesak percepatan pengesahan Rancangan Undang-Undang Masyarakat Adat di tingkat nasional.

Ketua AMAN Tanah Bumbu, Taufik Haderani, menyampaikan bahwa keberadaan regulasi daerah merupakan langkah awal yang positif, namun masih membutuhkan komitmen kuat dalam implementasinya.

“Pengakuan secara hukum sudah ada, tetapi yang dibutuhkan saat ini adalah perlindungan yang benar-benar dirasakan oleh masyarakat adat, terutama terkait wilayah, hutan, dan keberlangsungan hidup mereka,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat untuk memastikan hak-hak masyarakat adat dapat terlindungi secara menyeluruh.

Suasana kebersamaan semakin terasa melalui kegiatan buka puasa bersama yang melibatkan pengurus AMAN dan masyarakat adat Desa Tamunih. Momen tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga memperkuat solidaritas di tengah bulan suci Ramadan.

Peringatan HKMAN ke-27 ini sekaligus menegaskan komitmen masyarakat adat di Tanah Bumbu untuk terus memperjuangkan pengakuan dan perlindungan hak secara adil, dengan tetap menjaga nilai-nilai kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun.

 

MY Bang